Investasi properti, khususnya rumah, telah lama menjadi pilihan utama bagi banyak orang yang ingin mengembangkan kekayaan mereka. Rumah tidak hanya memberikan tempat tinggal yang nyaman, tetapi juga bisa menjadi aset yang menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang.Investasi rumah merupakan salah satu jenis investasi properti yang berpotensi menghasilkan keuntungan besar. Investasi rumah adalah penanaman modal dalam bentuk rumah, dengan tujuan mendapat keuntungan baik dalam jangka pendek maupun panjang.Memulai investasi rumah memang membutuhkan dan besar. Modal yang dibutuhkan tidak main-main, bisa mencapai ratusan hingga miliaran rupiah. Meski begitu, rumah adalah jenis properti residensial yang paling banyak dicari oleh para pemburu hunian. Bahkan, banyak ahli menganggap jika jenis investasi properti ini adalah contoh investasi yang paling menguntungkan. Lantas, apa saja keuntungan investasi rumah? Simak ulasannya di bawah ini.


1. Harga Jual yang Terus Meningkat
Secara umum, keuntungan investasi properti adalah harga jual yang cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya. Hal ini juga berlaku pada rumah, sehingga jika Anda membeli rumah sekarang, besar kemungkinan harganya akan melambung pada 5 atau 10 tahun kemudian. Perkiraan return of investment (ROI) per tahun bahkan lebih besar dari jenis properti lain, sebab bisa mencapai 10–15%. Tingginya permintaan tentu membuat harga jual rumah terus merangkak naik. Terlebih jika rumah tersebut berada di lokasi strategis, serta dilengkapi berbagai fasilitas mumpuni yang dapat mendukung aktivitas penghuninya. Anda yang memilih rumah sebagai instrumen investasi, berpeluang meraup keuntungan dalam jumlah yang besar.2. Tingkat Risiko Rendah
Selain harga yang terus merangkak naik, keuntungan dari berinvestasi pada rumah adalah tingkat risiko kerugian yang rendah. Pergerakan nilai investasi rumah tidak terlalu fluktuatif seperti instrumen investasi lain, misalnya saja saham. Nilai jual rumah terbilang stabil bahkan cenderung merangkak naik, sehingga menjanjikan keuntungan yang besar.3. Kebal Dampak Inflasi
Rumah atau properti secara keseluruhan memiliki kekebalan dari dampak inflasi. Artinya, ketika terjadi inflasi, harga jual properti cenderung stabil bahkan meningkat. Hal ini disebabkan pergerakan nilai properti yang tidak terlalu fluktuatif. Berbeda dengan investasi deposito, saham atau reksadana, yang naik-turun nilainya tergolong sangat cepat. Karena itu, ketika terjadi resesi atau isu ekonomi global, nilai dari instrumen investasi tersebut cenderung labil.
4. Cocok Dijadikan Investasi Jangka Panjang
Jika sedang mencari instrumen investasi untuk jangka panjang, rumah adalah pilihan paling ideal. Apalagi jika Anda memiliki rumah di lokasi strategis, yang bisa mendongkrak harga jual rumah tersebut. Selain bersifat jangka panjang, segala jenis properti termasuk rumah selalu dicari oleh pembeli maupun penyewa. Dibanding menyimpan uang yang nilainya bisa terkena dampak inflasi, lebih baik diinvestasikan untuk membeli rumah.5. Keuntungan Tidak Ditentukan oleh Pasar
Harga rumah ternyata dapat Anda tentukan sendiri, tanpa harus bergantung pada harga pasar properti. Anda bisa menjual dan menyewakan rumah dengan harga yang diinginkan, tetapi harus memenuhi kriteria berikut ini: Umur dan kondisi bangunan masih prima Lokasi dan lingkungan mumpuni Fasilitas umum di sekitar rumah lengkap.6. Leverage Keuangan
Salah satu keunggulan dari investasi rumah adalah kemampuan untuk memanfaatkan pinjaman (leverage). Dengan menggunakan kredit atau hipotek, Anda dapat membeli rumah dengan modal yang lebih kecil dan mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai properti serta pendapatan sewa tanpa harus membayar seluruh harga properti secara tunai.7. Bisa Dijadikan Pendapatan Pasif
Rumah yang dijadikan aset investasi juga bisa dijadikan sumber pendapatan pasif. Caranya dengan menyewakan rumah tersebut kepada pihak lain. Bahkan, Anda dapat melakukan sedikit renovasi agar rumah tersebut bisa dimanfaatkan untuk bisnis kos-kosan. Pendapatan pasif yang didapat dari menyewakan rumah tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Salah satunya menutup biaya cicilan kredit rumah, apabila Anda membeli rumah tersebut dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
8. Investasi yang Bermanfaat
Berbicara keuntungan, pasti beriringan dengan kekurangan. Nah, investasi rumah juga bukan tanpa kekurangan. Salah satu kekurangan investasi rumah adalah tidak bersifat likuid, sehingga untuk menjualnya butuh kesabaran. Namun, jika Anda kesulitan untuk menjual rumah tersebut, bukan berarti rumah akan menjadi aset mati. Anda masih bisa memanfaatkannya dengan cara menyewakan rumah tersebut kepada pihak lain. Bahkan, Anda juga bisa menjadikan rumah tersebut sebagai warisan yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak. Investasi tidak melulu berbicara soal uang, tetapi juga manfaat yang bisa didapatkan dari investasi yang dilakukan.9. Tidak Perlu Memantau Harga Setiap Hari
Berbeda dengan investasi saham dan reksadana yang harus dipantau setiap saat, investasi pada bidang properti tidak perlu memantau pasaran harga setiap harinya. Jika memiliki modal, Anda bisa membeli sebuah properti, lalu menyewakan atau menjualnya, Anda sudah bisa langsung mendapatkan keuntungan.


