Berencana membeli hunian? Sebelum itu, ketahui dulu kiat atau tips memilih posisi rumah di perumahan yang ideal. Posisi rumah sangat penting, karena secara tidak langsung dapat menentukan kenyamanan penghuni selama tinggal di dalamnya. Ini perlu menjadi perhatian, sebab banyak calon pembeli yang sering abai dengan posisi tempat tinggalnya.Selain itu, posisi rumah yang tepat juga dapat menunjang berbagai hal, mulai dari kelancaran aktivitas sehari-hari sampai kesehatan. Bahkan, dalam perspektif investasi, lokasi rumah yang strategis harga jualnya tidak pernah turun, lho.

Sementara, menurut ilmu topografi kuno seperti fengshui, rumah dengan posisi strategis bisa membawa keberuntungan. Untuk memilih rumah di perumahan, pertimbangkan lokasi yang strategis (dekat fasilitas umum dan akses transportasi), reputasi developer, kualitas bangunan, dan kesesuaian fitur rumah dengan kebutuhan Anda. Pastikan juga untuk memeriksa dokumen legalitas dan hindari posisi “tusuk sate” atau lokasi rawan bencana. Sebagai panduan, simak tips memilih posisi rumah di perumahan berikut ini.

1. Lokasi dan lingkungan

Aksesibilitas: Pilih lokasi yang dekat dengan tempat kerja, sekolah, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan untuk kemudahan mobilitas dan kebutuhan sehari-hari. Keamanan: Utamakan perumahan dengan tingkat keamanan tinggi, seperti adanya penjaga atau sistem keamanan yang baik. Risiko bencana: Hindari lokasi yang rawan banjir, tanah longsor, atau bencana alam lainnya. Pastikan juga sistem drainase dan resapan air di perumahan tersebut baik. Lingkungan dan pemandangan: Perhatikan lingkungan sekitar yang sesuai dengan gaya hidup Anda, serta pemandangan yang bisa memberikan kenyamanan.

2. Kualitas dan legalitas

Reputasi developer: Lakukan riset mengenai rekam jejak dan kredibilitas pengembang perumahan yang Anda tuju. Kualitas bangunan: Saat survei, periksa langsung spesifikasi dan kondisi bangunan rumah, termasuk kualitas material dan konstruksi. Dokumen legalitas: Pastikan semua dokumen penting, seperti sertifikat rumah dan surat tanah, sudah lengkap dan sah.

3. Desain dan posisi rumah

Arah hadap rumah: Pertimbangkan arah hadap rumah untuk kenyamanan jangka panjang. Arah timur baik karena mendapat sinar matahari pagi yang hangat dan sehat. Posisi rumah: Hindari posisi “tusuk sate” (rumah di ujung jalan lurus) karena rentan bising dan kurang privasi, serta tidak sesuai feng shui bagi sebagian orang. Posisi hook (di sudut jalan) bisa menjadi pilihan karena memberikan ruang ekstra. Fasilitas dalam perumahan: Pertimbangkan jarak rumah ke fasilitas umum di dalam perumahan, seperti taman, area olahraga, atau minimarket. Pilih yang tidak terlalu dekat dengan area ramai untuk menghindari kebisingan. Kontur tanah: Perhatikan kondisi kontur tanah di sekitarnya. Kontur yang cenderung datar dan aman lebih ideal untuk bangunan jangka panjang.

4. Finansial

Anggaran: Tentukan anggaran maksimal yang bisa Anda keluarkan, termasuk uang muka dan cicilan bulanan jika menggunakan KPR. Sistem pembayaran: Pelajari dan pastikan sistem pembayaran yang ditawarkan, termasuk persyaratan dan kemudahan pengajuan KPR.