Membeli properti, baik rumah, apartemen, maupun tanah, adalah keputusan besar yang membutuhkan pertimbangan matang. Salah satu faktor krusial dalam pembelian properti adalah memilih developer yang terpercaya. Sayangnya, banyak developer abal-abal yang berusaha menipu konsumen dengan janji-janji manis. Oleh karena itu, penting bagi calon pembeli untuk mengetahui cara membedakan developer properti yang terpercaya dari yang abal-abal.
CIRI-CIRI DEVELOPER YANG BAIK
Memiliki legalitas yang jelas, reputasi dan rekam jejak yang baik dengan proyek yang sukses dan selesai tepat waktu, transparan mengenai harga, spesifikasi, dan proses, serta memberikan pelayanan pelanggan yang baik dan responsif

Legalitas dan Keuangan
Legalitas Terjamin:
Memiliki izin usaha dan perizinan proyek yang sah dan lengkap, seperti IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan sertifikat tanah yang valid. Status legalitas dapat dicek melalui Sistem Informasi Registrasi Pengembang (SIRENG).
Proses Keuangan Transparan:
Sistem pembayaran jelas, tidak meminta pembayaran besar secara mendadak tanpa dasar hitam di atas putih, dan menggunakan rekening atas nama perusahaan, bukan pribadi.
Didukung Bank:
Bekerja sama dengan bank penyedia KPR, yang menunjukkan proyek mereka telah melalui verifikasi ketat pihak perbankan

Kinerja dan Kualitas
Rekam Jejak Terbukti:
Memiliki portofolio proyek yang sudah selesai dengan baik, hasil yang sesuai janji, dan ulasan positif dari konsumen.
Pembangunan Sesuai Jadwal:
Komitmen terhadap jadwal pembangunan yang telah disepakati, dengan kalender konstruksi yang jelas dan terukur.
Kualitas Konstruksi Terjamin:
Menerapkan standar konstruksi yang tinggi, menggunakan material berkualitas sesuai spesifikasi, dan siap untuk diaudit. Menyediakan garansi struktur rumah biasanya dalam jangka waktu tertentu (misalnya 1-2 tahun).
Harga Wajar:
Menawarkan harga yang realistis sesuai standar pasar, bukan harga yang terlalu murah yang bisa jadi modus penipuan.

CIRI-CIRI DEVELOPER ABAL-ABAL
Di tengah kebutuhan akan hunian yang tinggi, keberadaan developer alias pengembang perumahan sangatlah membantu sebagai salah satu opsi penyedia properti. Developer pun berlomba-lomba untuk memberikan penawaran terbaik bagi calon konsumennya.
Untuk kamu yang ingin membeli rumah melalui perusahaan pengembang, sebaiknya kamu melakukan riset sebelum memutuskan memilih reputasi pengembang tersebut. Hal ini bertujuan untuk menghindari pengembang perumahan bodong.
Tidak Memiliki Legalitas yang Jelas
Developer abal-abal biasanya tidak memiliki izin yang sah atau memalsukan dokumen. Mereka mungkin menawarkan harga murah tetapi tanpa bukti legalitas yang kuat.
Janji Manis Tanpa Bukti Nyata
Mereka sering kali memberikan penawaran fantastis dengan janji-janji yang sulit dipercaya, seperti diskon besar, fasilitas premium, atau lokasi strategis dengan harga murah. Namun, saat ditelusuri lebih lanjut, janji tersebut sering tidak terbukti.
Testimoni Buruk dari Konsumen
Sebelum membeli properti, pastikan untuk mencari ulasan dari konsumen sebelumnya. Jika banyak keluhan tentang keterlambatan pembangunan, perubahan spesifikasi, atau proyek yang mangkrak, sebaiknya hindari developer tersebut.
Harga yang Terlalu Murah
Jika harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran, waspadalah. Developer yang menawarkan harga terlalu rendah mungkin tidak memiliki modal yang cukup untuk menyelesaikan proyeknya.
Proyek yang Tidak Kunjung Dibangun
Salah satu modus developer abal-abal adalah menjual properti dalam tahap perencanaan tetapi tidak pernah memulai pembangunan. Mereka terus mengulur-ulur waktu hingga akhirnya proyek terbengkalai.
Memilih developer properti yang terpercaya adalah langkah penting dalam investasi properti. Pastikan untuk selalu mengecek legalitas, track record, transparansi informasi, serta komitmen pembangunan dari developer sebelum membuat keputusan pembelian. Dengan mengetahui ciri-ciri developer abal-abal, Anda bisa menghindari potensi kerugian dan memastikan investasi properti yang aman dan menguntungkan.


