Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Survei Sosial Ekonomi (Susenas) Tahun 2023 mencatat kesenjangan angka kebutuhan rumah (backlog) kepemilikan rumah sepanjang tahun 2023 turun menjadi 9,9 juta unit dari tahun sebelumnya yaitu 10,5 juta unit. Angka backlog kelayakan hunian juga mengalami penurunan signifikan dari 16,14 juta unit (2022) menjadi 14,84 juta unit pada tahun 2023.

Kebutuhan akan rumah berpotensi terus tumbuh seiring dengan hadirnya 700.000 – 800.000 rumah tangga baru setiap tahunnya. Ditambah lagi, sebanyak 81 juta milenial belum memiliki rumah. Hasil riset salah satu perusahaan teknologi real estate juga menyebutkan bahwa sejak tahun 2022 hingga semester I-2023, minat milenial dalam membeli rumah tapak mencapai 64,4 persen.

Tantangan utamanya adalah keterbatasan lahan, meningkatnya kebutuhan hunian layak (terutama milenial), dan disparitas antara pertumbuhan populasi dengan pembangunan rumah yang tersedia.

Rumah Menengah

Menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia yang ingin hunian berkualitas dengan harga terjangkau. Segmen properti satu ini sangat disukai keluarga muda, professional urban, dan pasangan yang baru menikah serta butuh tempat tinggal.

Hal itu disebabkan karena kebutuhan akan rumah kelas menengah terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi di Indonesia. Selain itu, rumah menengah ke bawah juga jadi alternatif untuk orang-orang yang ingin pindah dari rumah subsidi ke hunian yang lebih berkualitas tapi harganya tetap ramah di kantong.

Kebutuhan rumah menengah di Indonesia mencakup Rumah tapak dengan luas bangunan di atas tipe 36 (seperti tipe 45, 60, 90) yang memiliki ruang lebih luas dan nyaman, fasilitas pendukung seperti AC dan garasi, serta berlokasi strategis. Kebutuhan ini dipengaruhi oleh peningkatan urbanisasi, pertumbuhan ekonomi, dan pergeseran prioritas konsumsi kelas menengah yang mulai mencari rumah lebih berkualitas tetapi masih terjangkau

Apa Itu Rumah Menengah?

Rumah menengah adalah rumah dengan kisaran harga Rp. 400 juta sampai Rp. 1 miliar yang memiliki spesifikasi standar. Biasanya luas tanahnya 60-120 m² dengan luas bangunan 45-90 m² yang dilengkapi 2-3 kamar tidur. Desain minimalis modern menjadi ciri khas utama dengan penataan ruang yang efisien dan fungsional untuk kebutuhan sehari-hari.
Berbeda dengan rumah subsidi yang terbatas spesifikasinya, rumah jenis satu ini menawarkan kualitas bangunan dan fasilitas yang lebih baik. Jika dibandingkan rumah mewah, rumah kluster tetap terjangkau tapi memiliki standar kualitas yang memadai untuk keluarga kecil.

Siapa yang Cocok Membeli Rumah Menengah?

Rumah menengah sangat cocok untuk keluarga muda dengan penghasilan Rp. 8-15 juta per bulan yang membutuhkan hunian pertama. Profesional muda, pegawai ASN, dan pasangan baru menikah menjadi target utama segmen properti ini karena kebutuhan tempat tinggal. Data BPS menunjukkan kelas menengah Indonesia terus bertumbuh dengan proyeksi mencapai 135 juta jiwa pada tahun 2030.

Masyarakat usia 25-40 tahun mengalami peningkatan daya beli yang signifikan sehingga mampu mengakses rumah menengah dengan KPR. Urbanisasi yang terus berlanjut membuat kebutuhan akan hunian berkualitas di kawasan penyangga kota semakin tinggi dan strategis.
Nah, jadi jangan heran jika nanti akan ada banyak orang yang mengincar rumah KPR harga Rp. 1 miliyar, karena segmennya memang sudah masuk tahap tersebut.

Kelebihan Rumah Menengah

Keunggulan rumah menengah meliputi lokasi yang strategis, kualitas bangunan lebih baik, dan fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan rumah sederhana. Rumah jenis ini juga menawarkan ruang yang lebih luas, desain menarik, dan potensi nilai investasi yang stabil.

• Lokasi Berkembang dengan Potensi Kenaikan Nilai

Hunian tipe menengah umumnya dibangun di kawasan penyangga kota besar yang memiliki prospek berkembang. Data menunjukkan kenaikan harga properti di area tersebut mencapai 8-12% per tahun dalam lima tahun terakhir. Pembelian rumah kluster di lokasi strategis dapat menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan.
Kawasan perumahan telah terbukti mengalami kenaikan harga yang signifikan berkat perkembangan infrastruktur. Model-model rumah pun beragam, mulai dari tipe minimalis hingga tropis moderen yang disesuaikan dengan preferensi pasar.

• Fasilitas Umum dan Sosial yang Mulai Lengkap

Perumahan menengah biasanya sudah dilengkapi seperti taman bermain, ruang terbuka hijau yang memadai, jogging track, dan area komersial semakin melengkapi kenyamanan penghuni dalam beraktivitas sehari-hari yang mendukung gaya hidup modern.

• Kualitas Bangunan Lebih Baik Dibanding Rumah Subsidi

Spesifikasi rumah menengah umumnya menggunakan material berkualitas seperti rangka atap baja ringan yang tahan lama dan anti rayap. Keramik berukuran besar dengan desain minimalis modern memberikan kesan luas dan elegan pada interior rumah tipe menengah.
Warna cat rumahnya juga berkualitas tinggi serta instalasi listriknya dijamin memadai, sehingga menjadi standar minimal yang diterapkan oleh pengembang terpercaya. Bahkan kebanyakan jendela yang dipasang di setiap rumah itu adalah jendela besar untuk memaksimalkan cahaya dan udara yang masuk ke dalam rumah.

• Skema Pembiayaan KPR yang Lebih Fleksibel

Hunian menengah menawarkan pilihan KPR dengan DP rendah mulai 10-15% dan tenor hingga 25 tahun. Berbagai bank menyediakan program KPR khusus untuk pasar menengah dengan suku bunga kompetitif dan proses persetujuan yang cepat. Fleksibilitas pembayaran ini memudahkan untuk memiliki hunian impian tanpa membebani kondisi finansial.

Tips Memilih Rumah Menengah yang Tepat

Untuk memilih rumah di perumahan, pertimbangkan lokasi yang strategis (dekat fasilitas umum dan akses transportasi), reputasi developer, kualitas bangunan, dan kesesuaian fitur rumah dengan kebutuhan Anda.

• Cek Legalitas dan Reputasi Developer

Tips pertama dan yang paling utama adalah cek legalitas dan reputasi developer. Caranya adalah dengan memastikan bahwa properti memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), site plan yang disetujui dan izin izin yang berlakuk bagi developer.
Data menunjukkan bahwa kasus sengketa properti 70% terjadi karena masalah legalitas yang tidak lengkap atau tidak jelas. Developer terpercaya biasanya memiliki track record yang baik dan transparan dalam memberikan informasi mengenai progres pembangunan proyek. Jadi, melihat hal tersebut sebagai patokan utama untuk tidak terjebak developer yang berisiko.

• Sesuaikan dengan Kebutuhan dan Rencana Jangka Panjang

Pertimbangkan apakah rumah akan dijadikan hunian permanen, investasi jangka panjang, atau rumah tumbuh yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan. Lokasi kerja dan rencana karir juga harus menjadi pertimbangan utama dalam memilih rumah kluster yang tepat. Kemudian, keluarga dengan anak kecil perlu mempertimbangkan akses ke sekolah berkualitas dan fasilitas kesehatan yang memadai di sekitar lokasi.

• Pertimbangkan Lokasi dan Aksesibilitas

Rata-rata waktu tempuh ke pusat kota dari lokasi rumah sekitar 30 menit – 1 jam. Maka dari itu, mempertimbangkan lokasi dan aksesibilitas ini sangat penting supaya tidak perlu memakan waktu lama jika ingin ke pusat kota.
Selain aksesibilitas, pertimbangkan juga kualitas lingkungan dan udara di sekitar lokasi rumah kluster yang akan dipilih. Karena tentu tidak ingin setelah lelah dengan hiruk-pikuk perkotaan masih harus juga merasa sesak di rumah sendiri bukan?

Rumah menengah menjadi pilihan strategis bagi keluarga muda dan profesional yang menginginkan hunian berkualitas dengan harga terjangkau. Dengan kisaran harga Rp. 400 juta hingga Rp. 1 miliar, rumah kluster menawarkan spesifikasi yang lebih baik dibanding rumah subsidi. Lokasi di kawasan berkembang memberikan potensi kenaikan harga yang menarik untuk investasi jangka panjang.